Menelusuri Jejak Majapahit Lewat Wisata Candi Tikus dan Candi Bajang Ratu Mojokerto

Buat lo yang suka eksplor tempat bersejarah dan penasaran gimana sih kerajaan terbesar di Nusantara itu membangun peradaban, lo wajib banget Menelusuri Jejak Majapahit Lewat Wisata Candi Tikus dan Candi Bajang Ratu Mojokerto. Nggak cuma jadi pelarian weekend, tapi juga semacam kelas sejarah outdoor yang bakal bikin lo mikir, “Wow, ternyata nenek moyang kita udah sekeren itu!”

Kerajaan Majapahit—yang berdiri di abad ke-13—pernah jadi kekuatan politik, budaya, dan militer yang mendominasi Asia Tenggara. Dan dua situs yang jadi bukti kejayaan itu adalah Candi Tikus dan Candi Bajang Ratu di Mojokerto, Jawa Timur.

Candi Tikus: Misteri Kolam Pemandian Kerajaan

Namanya boleh aneh, tapi Candi Tikus bukan tempat para tikus nongkrong. Situs ini sebenernya adalah pemandian kerajaan (petirtaan) yang dibangun sekitar abad ke-14. Terletak di kompleks Trowulan—bekas ibu kota Majapahit—Candi Tikus punya desain super unik: berupa kolam bertingkat yang terbuat dari bata merah, dengan pancuran air di sisi-sisinya.

Fungsi utamanya? Diduga kuat sebagai tempat mandi ritual untuk keluarga kerajaan. Tapi ada juga yang bilang ini pusat pemurnian spiritual, semacam spa suci buat kalangan elit Majapahit.

Fitur khas dari Candi Tikus:

  • Struktur kolam bertingkat dengan pancuran naga
  • Tangga menurun ke dasar kolam
  • Ornamen batu bata merah yang khas era Majapahit
  • Terletak di tengah taman yang asri

Fakta seru: Candi ini dinamai “Tikus” karena saat pertama kali ditemukan tahun 1914, banyak sarang tikus di sekitar area.

Candi Bajang Ratu: Gerbang Kerajaan yang Penuh Simbolisme

Sekitar 2 km dari Candi Tikus, lo bakal nemuin Candi Bajang Ratu—sebuah gapura megah yang diduga jadi pintu masuk ke kompleks istana Majapahit. Nggak kayak candi-candi lain yang bentuknya kuil, Bajang Ratu adalah candi gapura (paduraksa) dengan desain tinggi dan elegan.

Candi ini dipercayai sebagai gerbang suci untuk mengenang Raja Jayanegara (raja kedua Majapahit), sekaligus jalur simbolik antara dunia fana dan spiritual.

Ciri khas Candi Bajang Ratu:

  • Bentuk gapura tinggi dengan atap bertingkat
  • Ornamen naga dan kala-makara (penjaga spiritual)
  • Relung relief cerita Ramayana di dinding gapura
  • Terbuat dari batu bata merah khas Majapahit

Fun fact: Kata “Bajang” berarti “kecil” atau “muda”, karena Jayanegara naik tahta di usia muda.

Napak Tilas Kejayaan Majapahit di Trowulan

Candi Tikus dan Bajang Ratu ini nggak berdiri sendiri. Keduanya bagian dari kompleks Trowulan, situs arkeologi terbesar di Asia Tenggara yang diyakini sebagai pusat kota Majapahit. Selain dua candi tadi, di sekitarnya ada situs lain kayak Kolam Segaran, Pendopo Agung, dan Museum Majapahit.

Lo bisa sewa sepeda dan keliling situs-situs ini sambil bayangin diri lo lagi jadi bangsawan Majapahit. Nggak usah takut boring, karena view-nya asri, edukatif, dan fotogenik banget.

Aktivitas seru yang bisa lo lakuin:

  • Keliling kompleks candi pakai sepeda
  • Foto di spot heritage dengan nuansa klasik
  • Ngobrol sama juru pelihara situs soal sejarah Majapahit

Makna Filosofis di Balik Arsitektur Candi

Yang keren dari Candi Tikus dan Bajang Ratu bukan cuma tampilannya, tapi juga makna simbolik di balik tiap detail. Arsitektur Majapahit itu bukan cuma estetika, tapi juga spiritual dan kosmologis.

Simbol-simbol yang bisa lo temui:

  • Pancuran naga: lambang pelindung air suci
  • Tangga menurun: perjalanan spiritual dari dunia ke dalam diri
  • Gapura: transisi antara alam fana ke alam abadi
  • Kala dan makara: penjaga dari energi jahat

Coba deh pelototin tiap relief di Bajang Ratu, banyak banget cerita Ramayana yang diukir dengan detail dan makna dalam.

Kegiatan Meditatif dan Reflektif di Situs Candi

Nggak semua orang ke sini cuma buat belajar sejarah. Banyak juga pengunjung yang dateng buat meditasi, tafakur, atau sekadar refleksi diri. Tempatnya yang tenang, jauh dari hiruk pikuk kota, bikin lo gampang masuk ke suasana kontemplatif.

Biasanya lo bisa duduk di pinggir kolam Candi Tikus sambil dengerin suara air. Atau berdiri di bawah gapura Candi Bajang Ratu dan merasakan angin lewat kayak energi masa lalu yang masih menyapa.

Tips buat healing spiritual:

  • Datang pagi hari biar suasana lebih hening
  • Duduk diam dan biarkan pikiran lo jalan
  • Bawa jurnal buat nulis insight yang lo dapet

Kuliner dan Oleh-oleh Khas Mojokerto

Abis puas keliling dan belajar sejarah, lo bisa mampir ke warung sekitar situs buat nikmatin kuliner khas Mojokerto kayak sate keong, onde-onde ketawa, atau sambal wader. Ada juga pasar kecil yang jual miniatur candi, kerajinan gerabah, dan batik Majapahitan.

Rekomendasi kuliner lokal:

  • Sate Keong Trowulan
  • Es dawet sambel
  • Rawon Mojokerto
  • Onde-onde isi kacang ijo dan cokelat

Cara Menuju Situs Majapahit Mojokerto

Buat lo yang dari luar kota, gampang kok buat ke Mojokerto. Dari Surabaya tinggal naik kereta atau mobil sekitar 1-2 jam. Turun di Stasiun Mojokerto, lanjut ojek atau sewa motor ke Trowulan.

Rute terbaik:

  • Surabaya → Mojokerto (kereta)
  • Mojokerto → Trowulan (ojek atau mobil sewaan)
  • Gunakan Google Maps, search: “Candi Tikus” atau “Candi Bajang Ratu”

FAQ: Menelusuri Jejak Majapahit Lewat Wisata Candi Tikus dan Candi Bajang Ratu Mojokerto

1. Apakah kedua candi ini buka setiap hari?
Ya, buka setiap hari dari pukul 07.00–17.00 WIB.

2. Apakah ada tiket masuk?
Iya, sangat terjangkau. Biasanya sekitar Rp5.000–Rp10.000 per situs.

3. Apakah cocok untuk anak-anak dan pelajar?
Banget! Tempat ini edukatif dan bisa jadi sarana belajar sejarah langsung.

4. Apakah boleh foto-foto di area candi?
Boleh banget, asal tetap sopan dan jaga kelestarian situs.

5. Apakah bisa ikut tur guide lokal?
Bisa, bahkan banyak guide yang bisa cerita sejarah dengan seru dan interaktif.

6. Apakah ada penginapan di sekitar Trowulan?
Ada homestay dan penginapan kecil di sekitar kompleks situs.


Kesimpulan: Belajar Sejarah Jadi Seru dan Bermakna

Menelusuri Jejak Majapahit Lewat Wisata Candi Tikus dan Candi Bajang Ratu Mojokerto bukan cuma soal nostalgia masa lalu, tapi juga refleksi buat masa depan. Dari dua candi ini, kita bisa lihat gimana nilai spiritual, tata kota, dan seni bisa menyatu dalam satu peradaban megah.

Kalau lo pengen traveling yang ngasih “isi”, bukan cuma kesenangan instan, dua situs ini wajib masuk wishlist lo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *